Terapi Rehabilitasi Stroke

Setiap individu yang terkena stroke akan memiliki tanda dan gejala stroke yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Begitu juga dengan gejala sisa yang menyertainya (defisit neurologis). Ada individu yang hanya mengalami kesulitan bicara, ada yang kesulitan berjalan, tapi ada pula yang benar-benar lumpuh tidak berdaya. Jadi rehabilitasi pasca stroke ini disesuaikan dengan masing-masing individu.

Namun pada dasarnya, apabila rehabilitasi pasca stroke sudah dimulai kurang dari 6 bulan sejak serangan stroke (apalagi bila dilakukan segera setelah terkena stroke), kita bisa berharap kepulihan yang maksimal, dan diharapkan individu tersebut bisa kembali ke keluarganya, bisa bekerja kembali dan bisa berinteraksi sosial dengan sekitarnya lagi.

Program rehabilitasi penderita stroke merupakan program yang sangat panjang dan melibatkan beberapa pihak, di antaranya dokter rehabilitasi medik, fisoterapis, ahli terapi okupasi, ahli terapi wicara, psikolog, petugas sosial medik, serta keluarga/orang terdekat penderita. Masing-masing mempunyai peranan dan fungsi masing-masing :

  • Dokter rehabiliatasi medik : menentukan diagnosis secara rehabilitasi medik (diagnosis medis dan diagnosis fungsional) dan menentukan program yang akan dilaksanakan untuk penderita stroke (program latihan, fisioterapi, terapi wicara atau terapi okupasi), serta mengevaluasi jalannya program dan menentukan sampai kapan program dilaksanakan. Dokter rehabilitasi merupakan koordinator dalam kerja sama tersebut, sekaligus orang yang bertanggung jawab terhadap pasien.
  • Fisioterapi : melaksanakan fisioterapi yaitu mengobati fisik dengan menggunakan exercise, massage ataupun terapi dengan modalitas alat. Fisioterapi juga harus mengetahui keadaan penderita, ketidakmampuan penderita dan problem-problem yang dihadapi penderita.
  • Ahli terapi okupasi : menggunakan aktivitas terapeutik dengan tujuan mempertahankan atau meningkatkan komponen kinerja okupasional (senso-motorik, persepsi, kognitif, sosial dan spiritual) dan area kinerja okupasional (perawatan diri, produktivitas, dan pemanfaatan waktu luang). Dengan kata lain, ahli terapi okupasi membantu penderita stroke melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, minum, BAB/BAK, berpakaian dsb) dan juga membantu penderita  agar dapat berinteraksi kembali dengan lingkungan sekitarnya (mengelola rumah tangga, merawat orang lain dan rekreasi/pemanfaatan waktu luang untuk dirinya).
  • Ahli terapi wicara : membantu penderita stroke untuk latihan bicara sehingga penderita stroke dapat kembali berkomunikasi dengan orang lain. Seperti kita ketahui, setelah terkena stroke, penderita stroke akan kesulitan atau bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini kemungkinan dikarenakan stroke mengenai daerah otak yang mengatur bicara. Bicara pelo (disartria) merupakan salah satu gangguan bicara pada stroke.  Untuk itulah diperlukan peran ahli terapi wicara untuk membantu memulihkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Psikolog : membantu penderita stroke yang cacat agar dapat menyesuaikan diri secara emosional terhadap lingkungannya dan keadaan cacatnya, sehingga ia dapat memberikan makna pada kehidupannya dengan penuh arti. Seperti kita ketahui, program rehabilitasi pada penderita stroke merupakan sebuah program yang cukup lama dan membosankan bagi penderita stroke,  sehingga diperlukan dukungan emosional dan perhatian agar penderita stroke tetap bersemangat dalam menjalankan program tersebut.
  • Petugas sosial medis : bertanggung jawab dalam hal memperbaiki atau mengembangkan interaksi antara penderita dengan lingkungan sosialnya sehingga penderita stroke dapat kembali ke lingkungan dengan baik.
  • Keluarga atau orang terdekat : merupakan komponen yang sangat penting dalam program rehabilitasi pada penderita stroke. Banyak orang yang berpendapat bahwa stroke merupakan penyakit yang merepotkan banyak orang. Tidak sedikit orang yang malu atau gengsi jika salah seorang anggota keluarganya terkena stroke. Padahal keluarga sangat penting dalam program rehabilitasi ini. Motivasi, komunikasi dan dorongan moril dari keluarga dapat mempercepat proses penyembuhan.

Cara Pemesanan Obat Stroke Alami

Obat Stroke Alami, Tradisional dan Herbal Untuk Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah, Membantu Mencegah Penyakit Stroke, dan Mengurangi Gejala Stroke

Harga Obat Stroke Alami

Obat Stroke Herbal

Harga Obat Stroke Alami 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

paket hemat Obat Stroke Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Obat Stroke Alami:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Nastro Obat Stroke Alami, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa


=====================================

>>>Obat Stroke Herbal Untuk Mengobati Penyakit Stroke dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pengobatan Stroke and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.