Terapi Pengobatan Stroke

Jika mengalami serangan stroke, segera lakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebab bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lain dari stroke bisa dicegah atau dipulihkan jika RTPA (recombinant tissue plasminogen activator) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.

Antikoagulan (seperti heparin) biasanya diberikan pada penderita stroke in evolution. Namun, antikoagulan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena alan menabah risiko terjadinya perdahran ke dalam otak. Sementara itu, pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke pada masa yang akan datang. Sekitar 24,5 % pasien mengalai stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernapasan. Di samping itu, perlu perhatian khusuS kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Penderita stroke biasanya diberika oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Namun, obat manitol ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke. Pada kasus completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati dan memperbaiki darah ke daerah tersebut tidak dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu, proses pembedahan tidak dilakukan.

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelaiann fisiologis yang menyertai harus diobati. Misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis. Berikut beberapa jenis terapi medis pengobatan stroke yang dapat diberikan pada penderita stroke :

1. Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu memulihkan kekuatan otot-otot serta mengajarkan bagaimana bergrak yang aman dan nyaman dnegan keterbatasan gerak akibat kelemahan otot.

2. Terapi okupasi

Terapi okupasi membantu penderita untuk dapat makan, minum dan berpakaiana sendiri.

3. Terapi bicara

Terapi ini bertujuan membantu penderita untuk mengunyah, berbicara dan mengerti kata-kata.

Strategi pengobatan lain untuk pasien stroke antara lain :

1. Pemeliharaan pernapasan normal yang mungkin berupa pengisapan saluran napas dan pemberian oksigen.

2. Pengendalian masukkan dan keluaran cairan (mempertahankan keseimbangan cairan/elektrolit).

3. Mengelola tekanan darah tinggi

4. Perawatan, baik perawatan kulit, buang air , gizi, dan pemberian makanan’

5. Mengangkat bagian kepala tempat tidur, terutama bagi pasien yang mengalai perdarahan subraknoid

6. Mempertahankan suhu tubuh normal (idealnya dalam kisaran 36-37 C)

7. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul, seperti trombosis vena dalam atau pneumonia aspirasi (menghirup bahan padat atau cair ke dalam paru yang menyebabkan infeksi dada)

8. Terapi sistomatik, seperti penghilang rasa nyeri pencahar atau obat tidur

9. Terapi terhadap penyakit terkait misalnya penyakit jantung, diabetes atau infeksi

10. Rehabilitasi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Stroke dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pengobatan Stroke and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>