Perawatan dan pengelolaan dan penanganan penyakit stroke memerlukan supaya terpadu dari pasien, keluarga mereka dan timmedis yang merawat. Perlu dicatat bahwa pemulihan berlanjut setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit. Rehabilitasi setelah stroke sebaiknya dim ulai segera setelah kondisi pasien memungkinkan, berdasarkan penilaian dari tim spesialis multidisiplinyang merawat mereka. Pada sebagian kasus, rehabilitasi dapat dimulai dalam 24 jam pertama, pada yang lain, hal ini mungkin dilakukan setelah beberapa hari atau minggu. Rehabilitasi biasanya dimulai dirumah sakit, pada awalnya di unit stroke atau bangsal lain, kemudian di bangsal atau dipusat rehabilitasi khusus. Terapi ini dilanjutkan serelah pasien dipulangkan, Terdapat bukti kuat bahwa pengelolaan dan rehabilitasi dini pasien stroke di unit stroke memberikan banyak manfaat.
Tujuan program penaanganan stroke dengan rehabilitasi adalah memulihkan independensi atau mengurangi ketergantungan sebanyak mungkin. Namun, perlu disadari bahwa pemulihan setelah stroke sering merupakan proses yang lambat. Saat dirawat inap, sering merupakan proses yang lambat. Saat rawat inap pasien stroke diperiksa oleh dokter yang memasukkan yang akan menentukan rencana awal untuk diagnosis dan terapi, serta membuat rencana untuk pemeriksaan laboratorium dan pemindahan ke bangsal. Dalam 24 jam setelah dirawat inap, pasien biasaya sudah diperiksa oleh dokter dan perawat bangsal dan dalam dua hari kerja, mereka biasanya sudah diperiksa oleh ahli terapi okupasional, ahli terapi wicara, petugas social, dan ahli fisiologi.

Cakupan program penanganan stroke dengan rehabilitasi stroke dan jumlah spesialis yang terlibat tergantung pada dampak stroke atau pasien dari orang yang merawat. Biasanya tim lengkap terdiri dari dokter (konsultan, pencatat, dan dokter bangsal), perawat (perawat yang menangani dan perawat yang mengepalai unit), ahli terapi wicara dan bahasa (jika pasien megalami masalah bicara, bahasa, atauu menelan), ahli gizi khusus), ahli geriatric (untuk pasien usia lanjut, ahli fisioterapi, ahli terapi pekerjaan dan petugas social. Semua spesialis ini juga berperan mendidik pasien dan keluarganya atau orang yang merawat. Keputusan mengenai perlu tidaknya, intensitas dan lokasi rehabilitasi lebih lanjut dbuat dengan mempertimbangkan kemungkinan kesembuhan, adanya penyakit penyerta, usia pasien, situasi keluarga, dan faktor-faktor lain. Seorang konsultan (ahli saraf, dokter umum, atau spesialis geriatric) bertanggung jawab atas penilaian klinis, diagnosis yang tepat, serta penanganan dan rehabilitasi pasien penyakit stroke secara keseluruhan, termasuk mengatasi semua penyakit medis yang menyertai, seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, atau infeksi. Konsultan tersebut biasanya dibantu oleh pencatat dan dokter bangsal, yang melakukan dan mengkoordinasikan pemeriksaan harian dan pengelolaan pasien. Perawat bertanggung jawab memeriksa pasien setiap hari dan memantau kemajuan pasien, membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari (berpindah, mandi, makan, buang air) dan menjadi penghubung bagi dokter yang mengobati dan anggota tim rehabilitas lain termasuk keluarga pasien.



Setiap individu yang terkena stroke akan memiliki tanda dan
Penyembuhan stroke
Prinsip penatalaksanaan dari fase akut stroke iskemik adalah membatasi kematian sel-sel ptak yang sudah terjadi dan memulihkan sel-sel otak yang sedang dalam proses iskemil. Sekarang ini tersedia obat-obatan trombolitik, seperti misalnya rt-PA (recombinant tissue-Plasminogen Activator). Obat ini bekerja dengan menghancurkan sumbatan/bekuan darah yang terjadi di pembuluh darah otak. Obat ini sangat mahal harganya dan mempunyai efek samping yang berbahaya yaitu perdarahan.
Pengobatan stroke
Jika mengalami serangan 
