Penanganan Stroke

Perawatan dan pengelolaan dan penanganan penyakit stroke memerlukan supaya terpadu dari pasien, keluarga mereka dan timmedis yang merawat. Perlu dicatat bahwa pemulihan berlanjut setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit. Rehabilitasi setelah stroke sebaiknya dim ulai segera setelah kondisi pasien memungkinkan, berdasarkan penilaian dari tim spesialis multidisiplinyang merawat mereka. Pada sebagian kasus, rehabilitasi dapat dimulai dalam 24 jam pertama, pada yang lain, hal ini mungkin dilakukan setelah beberapa hari atau minggu. Rehabilitasi biasanya dimulai dirumah sakit, pada awalnya di unit stroke atau bangsal lain, kemudian di bangsal atau dipusat rehabilitasi khusus. Terapi ini dilanjutkan serelah pasien dipulangkan, Terdapat bukti kuat bahwa pengelolaan dan rehabilitasi dini pasien stroke di unit stroke  memberikan banyak manfaat.

Tujuan program penaanganan stroke dengan rehabilitasi adalah memulihkan independensi atau mengurangi ketergantungan sebanyak mungkin. Namun, perlu disadari bahwa pemulihan setelah stroke sering merupakan proses yang lambat.  Saat dirawat inap, sering merupakan proses yang lambat. Saat rawat inap pasien stroke diperiksa oleh dokter yang memasukkan yang akan menentukan rencana awal untuk diagnosis dan terapi, serta membuat rencana untuk pemeriksaan laboratorium dan pemindahan ke bangsal. Dalam 24 jam setelah dirawat inap, pasien biasaya sudah diperiksa oleh dokter dan perawat bangsal dan dalam dua hari kerja, mereka biasanya sudah diperiksa oleh ahli terapi okupasional, ahli terapi wicara, petugas social, dan ahli fisiologi.

Cakupan program penanganan stroke dengan rehabilitasi stroke dan jumlah spesialis yang terlibat tergantung pada dampak stroke atau pasien dari orang yang merawat. Biasanya tim lengkap terdiri dari dokter (konsultan, pencatat, dan dokter bangsal), perawat (perawat yang menangani dan perawat yang mengepalai unit), ahli terapi wicara dan bahasa (jika pasien megalami masalah bicara, bahasa, atauu menelan), ahli gizi khusus), ahli geriatric (untuk pasien usia lanjut, ahli fisioterapi, ahli terapi pekerjaan dan petugas social. Semua spesialis ini juga berperan mendidik pasien dan keluarganya atau orang yang merawat. Keputusan mengenai perlu tidaknya, intensitas dan lokasi rehabilitasi lebih lanjut dbuat dengan mempertimbangkan kemungkinan kesembuhan, adanya penyakit penyerta, usia pasien, situasi keluarga, dan faktor-faktor lain. Seorang konsultan (ahli saraf, dokter umum, atau spesialis geriatric) bertanggung jawab atas penilaian klinis, diagnosis yang tepat, serta penanganan dan rehabilitasi pasien penyakit stroke secara keseluruhan, termasuk mengatasi semua penyakit medis yang menyertai, seperti tekanan  darah tinggi, diabetes melitus, atau infeksi. Konsultan tersebut biasanya dibantu oleh pencatat dan dokter bangsal, yang melakukan dan mengkoordinasikan pemeriksaan harian dan pengelolaan pasien. Perawat bertanggung jawab memeriksa pasien setiap hari dan memantau kemajuan pasien, membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari (berpindah, mandi, makan, buang air) dan menjadi penghubung bagi dokter yang mengobati dan anggota tim rehabilitas lain termasuk keluarga pasien.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Mengobati Stroke

Terdapat beberapa strategi terapi mengobati stroke bagi orang-orang yang mengalami stroke atai TIA. Sebagian adalah  khusus untuk uptipe stroke tertentu (yaitu, obat pengencer darah untuk stroke iskemik, atau penjepitan aneurisma untuk pendarahan subaraknoid akibat aneurisma), terapi sebagian bersifat generic untuk semua subtype (yaitu, pengendalian tekanan darah dan rehabilitasi). Anggota-anggota tim spesialis multidisiplin bekerja sama dengan menentukan jenis dan rangkaian strategi pengobatan yang paling sesuai bagi setia paisen. Hal ini dibahas bersama pasien dan keluarganya. Dokter akan mampu memantau obat jika pasien telah dipulangkan dari rumah sakit. Terapi pengobatan stroke spesifik yang memiulihkan aliran dara ke bagian otak yang terkena stroke iskemik merupakan rebolusi dalam ilmu kedokteran stroke. Terapi stroke itu mungkin termasuk pelarutan bekuan denngan obat-obatan trombolitik (obat pemusnah bekuan darah), yang disuntikkan secara intravena atau intraarteru melalui arteri femoralis.

Saat ini, satu-satunya terapi trombolitik yang berbukti efektif adalah ateplase intravena, Namun, terapi mengobati  stroke ini memiliki resiko pendarahan yang berpotensi mematikan, dan terdapat beberapa criteria yang harus dipenuhi sebelum obat ini digunakan. Kriteria yang peling penting adalah bahwa tetapi harus dimulai dalam tiga jam setelah munculnya gejala stroke. Terapi yang diberikan setelah waktu ini beresiko besar yang menyebabkan pendarahan  tidak seimbang dengan resikonya. Orang yang mengidap kelainan pembekuan darah, fibrilasi atrium, atau pernah mengalami pendarahan tukak selama sebulan terakhir beresiko lebih besar. Selain itu, disebagian Negara, terapi ini tidak secara rutin tersedia untuk pasien stroke iskemik. Dokter akan menentukan apakah pengobatan ini dapat diberikan berdasarkan keadaan seriap pasien, dan dokter akan membahas resiko serta manfaat terapi dengan pasien dan keluarganya.

Pada oendarahan intraserebrum pendarahan akan diserap kembali secara alami. Bagaimanapun terapi mengobati stroke dengan pembedahan merupakan pilihan bagi sebagian pasien yang mengalami pendarahan di dalam serebelum (otak kecil) dan pada beberapa kasus, tindakan ini dapat menyelamatkan nyawa. Dokter akan menjelaskan prosedur bedah serta resiko dan manfaatnya kepada pasien dan keluarganya, serta akan memastikan kapan dan dimana tindakan ini dapat dilakukan. Saat ini belum ada bukti kuat bahwa pengangkatan dengan bedah hematom intraserum nontraumatis dibagian-bagian otak yang lain dapat membantu pemulihan pasien. Orang yang mengalami pendarahan subaraknoid karena aneurisma dapat diberi pengobatan (misalnya nimodiplin) untuk mencegah kejang arteri intrakranium-suatu komplikasi serius yang terjadi pada sekitar sepertiga pasien dengan penyakit ini dan sering menyebabkan cacat ata kematian. Terapi bedah aneurisma yang pecah merupakan meyode efektif untuk mencegah pecahnya aneurisma yang lebih jauh. Orang dengan malformasi vascular diotak juga dapat ditawari terapi bedah.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik disebabkan oleh pendarahan ke dalam jaringan otak (disebut hemoragia intraserebrum atau hematom intraserebrum) atau ke dalam ruang subaraknoid yaitu ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak (disebut hemoragia subaraknoid). Ini adalah jenis stroke yang paling mematikan, tetapi relative hanya menyusun sebagian kecil dari strokte total: 10-15% untuk endarahan intraserebrum dan sekitar 5% untuk perdarahan subaraknoid. Pendarahan dari sebuah arteri intraranium biasanya disebabkan oleh aneurisma (arteri yang melebar) yang pecah atau karena suatu penyakit. Penyakit yang menyebabkan dinding arteri menipis dan rapuh adalah penyebab terserang pendarahan intraserebrum. Penyakit stroke semacam ini adalah hipertensu (peningkatan tekanan darah) atau angiopati amiloid ( dimana terjadi pengendapan protein di dinding arteri-arteri kecil di otak). Jika seseorangmengalami pendarahan intraserebrum, darah dipaksa masuk ke dalam jaringan otak, merusak neuron (sel-sel otak) sehingga bagian otak yang terkena tidak dapat berfungsi dengan benar.

Pecahnya sebuah aneurisma merupakan penyebab tersering pendarahan subaraknoid. Pada pendarahan subaraknoid pada kasus stroke hemoragik, darah di dorong ke dalam ruang subaraknoid yang mengelilingi otak. Jaringan otak pada awalnya tidak terpengaruh,tetapi pada tahap selanjutnya dapat terganggu. Kadang satu-satunya gejala pendarahan subaraknoid adalah nyeri kepala, tetapi jika diabaikan gejala ini dapat berakibat fatal. Nyeri kepala khas pada pendarahan subakaraknodi timbul mendadak, darah, dan tanpa sebab yang jelas. Pasien menerangkan sebagai kepala seperpi dipukul palu. Nyeri kepala ini sering disertai oleh muntah, kaku leger, atau kehilangan kesadaran sementara. Jika Anda atau siapapun mengalami gejala-gejala ini, panggilah ambulans segera.

 

Namun hampir 30% dari semua pendarahan subaraknoid memperlihatkan gejala yang berbeda dengan yang dijelaskan diatas, dan pendarahan subaraknoid yang kecil, terutama pada orang yang berusia lanjut, munfkin tidak menimbulkan nyeri kepala hebat atau memiliki serangan yang parah. Karena itu, semua nyeri kepaa yang timbul mendadak harus segera diperiksakan ke dokter.

Selain stroke hemoragik, ada lagi jenis penyakit stroke lainnya, stroke iskemih, pendarahan ontraserum, dan pendarahan subaraknoid. Mereka berbeda dalam hal penyebab dan kerusakan yang ditimbulkan otak. Serangan iskemik sesaat (transient ischaeic atac, TA) adalah suatu stroke ringan, tetapi jika tidak diobati dapat menimbulkan stroke berat. Tanda-tanda peringatan yang khas dari stroke adalah hilangnya kekuatan otot seara mendadak, rasa baal, atau ganguan penglihatan disatu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara,menelan, atau menyeimbangkan tubuh yang muncul secara mendadak.  Nyeri kepala hebat yang timbul tiba-tiba mungin merupakan satu-satunya gejala peringatan dari oendarahan subaraknoid. Setiap orang yang mengalami gejala peringatan stroke (bahkan dicurigai terkena stroke) harus segera mencari pertolongan medis.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Rehabilitasi Stroke

Setiap individu yang terkena stroke akan memiliki tanda dan gejala stroke yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Begitu juga dengan gejala sisa yang menyertainya (defisit neurologis). Ada individu yang hanya mengalami kesulitan bicara, ada yang kesulitan berjalan, tapi ada pula yang benar-benar lumpuh tidak berdaya. Jadi rehabilitasi pasca stroke ini disesuaikan dengan masing-masing individu.

Namun pada dasarnya, apabila rehabilitasi pasca stroke sudah dimulai kurang dari 6 bulan sejak serangan stroke (apalagi bila dilakukan segera setelah terkena stroke), kita bisa berharap kepulihan yang maksimal, dan diharapkan individu tersebut bisa kembali ke keluarganya, bisa bekerja kembali dan bisa berinteraksi sosial dengan sekitarnya lagi.

Program rehabilitasi penderita stroke merupakan program yang sangat panjang dan melibatkan beberapa pihak, di antaranya dokter rehabilitasi medik, fisoterapis, ahli terapi okupasi, ahli terapi wicara, psikolog, petugas sosial medik, serta keluarga/orang terdekat penderita. Masing-masing mempunyai peranan dan fungsi masing-masing :

  • Dokter rehabiliatasi medik : menentukan diagnosis secara rehabilitasi medik (diagnosis medis dan diagnosis fungsional) dan menentukan program yang akan dilaksanakan untuk penderita stroke (program latihan, fisioterapi, terapi wicara atau terapi okupasi), serta mengevaluasi jalannya program dan menentukan sampai kapan program dilaksanakan. Dokter rehabilitasi merupakan koordinator dalam kerja sama tersebut, sekaligus orang yang bertanggung jawab terhadap pasien.
  • Fisioterapi : melaksanakan fisioterapi yaitu mengobati fisik dengan menggunakan exercise, massage ataupun terapi dengan modalitas alat. Fisioterapi juga harus mengetahui keadaan penderita, ketidakmampuan penderita dan problem-problem yang dihadapi penderita.
  • Ahli terapi okupasi : menggunakan aktivitas terapeutik dengan tujuan mempertahankan atau meningkatkan komponen kinerja okupasional (senso-motorik, persepsi, kognitif, sosial dan spiritual) dan area kinerja okupasional (perawatan diri, produktivitas, dan pemanfaatan waktu luang). Dengan kata lain, ahli terapi okupasi membantu penderita stroke melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, minum, BAB/BAK, berpakaian dsb) dan juga membantu penderita  agar dapat berinteraksi kembali dengan lingkungan sekitarnya (mengelola rumah tangga, merawat orang lain dan rekreasi/pemanfaatan waktu luang untuk dirinya).
  • Ahli terapi wicara : membantu penderita stroke untuk latihan bicara sehingga penderita stroke dapat kembali berkomunikasi dengan orang lain. Seperti kita ketahui, setelah terkena stroke, penderita stroke akan kesulitan atau bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini kemungkinan dikarenakan stroke mengenai daerah otak yang mengatur bicara. Bicara pelo (disartria) merupakan salah satu gangguan bicara pada stroke.  Untuk itulah diperlukan peran ahli terapi wicara untuk membantu memulihkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Psikolog : membantu penderita stroke yang cacat agar dapat menyesuaikan diri secara emosional terhadap lingkungannya dan keadaan cacatnya, sehingga ia dapat memberikan makna pada kehidupannya dengan penuh arti. Seperti kita ketahui, program rehabilitasi pada penderita stroke merupakan sebuah program yang cukup lama dan membosankan bagi penderita stroke,  sehingga diperlukan dukungan emosional dan perhatian agar penderita stroke tetap bersemangat dalam menjalankan program tersebut.
  • Petugas sosial medis : bertanggung jawab dalam hal memperbaiki atau mengembangkan interaksi antara penderita dengan lingkungan sosialnya sehingga penderita stroke dapat kembali ke lingkungan dengan baik.
  • Keluarga atau orang terdekat : merupakan komponen yang sangat penting dalam program rehabilitasi pada penderita stroke. Banyak orang yang berpendapat bahwa stroke merupakan penyakit yang merepotkan banyak orang. Tidak sedikit orang yang malu atau gengsi jika salah seorang anggota keluarganya terkena stroke. Padahal keluarga sangat penting dalam program rehabilitasi ini. Motivasi, komunikasi dan dorongan moril dari keluarga dapat mempercepat proses penyembuhan.
Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menyembuhkan Stroke

Penyembuhan stroke tergantung dari berat ringannya stroke yang diderita. Secara teori, sel-sel otak yang rusak akibat stroke memang tidak bisa kembali normal, tetapi otak manusia memiliki kemampuan yang sangat hebat sehingga fungsi bagian sel otak yang rusak terbseut dapat diambil oleh bagian sel otak yang lain yang masih bagus. Bila stroke yang terjadi cukup berat maka penderita tidak dapat disembuhkan secara total karena terlalu banyak sel otak yang rusak. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi.

Bisa saja penderita stroke mendapatkan kesembuhan yang mendekati normal, asalkan penderita stroke itu sendiri rajin untuk melatih otot-otot yang mengalami kelumpuhan dan kontrol yang ketat dengan pengawasan dokter. Tetapi perlu diingat bahwa kemungkinan besar penderita stroke tidak bisa pulih sempurna seperti sediakala. Mungkin mendekati normal dengan usaha yang cukup keras.

Stroke pastinya memiliki akibat dan dampak dalam kehidupan bagi penderita stroke. Akibat atau dampak dari stroke sangat beragam dan ditentukan dari berat tidaknya serangan stroke yang terjadi. Akibat atau dampak stroke tersebut dapat berupa :

- Kelumpuhan anggota badan seisi yang akan menyulitkan untuk berjalan, bekerja atau beraktivitas.

- Sulit makan dan menelan

- Sulit berbicara

- Tidak mengerti pembicaraan atau komunikasi

- Rendah diri atau gangguan psikologis emosional lainnya seperti merasa tidak berdaya, tidak mempunyai harapan hidup atau depresi, sering marah-marah tidak jelas dan dampak lainnya dari berat ringannya stroke yang diderita.

Setiap serangan stroke harus mendapat penanganan sedini mungkin dan setepat mungkin untuk meminimalisasi akibat atau dampak yang berkepanjangan. Penanganan stroke mutlak di rumah sakit (terutma pada fase akut).

Dampak lain dari stroke, sebagian besar penderita stroke mengalami gangguan emosional menjadi mudah sensitif. Memang kebanyakan penderita stroke akan mengalami gangguan emosional, terutama bila stroke terjadi pada daerah otak yang mengontrol emosi dan perasaan. Selain itu, rasa tidak berdaya dan rendah diri juga akan mempengaruhi psikologis penderita. Kadang kala keadaan demikian bisa bersifat sesaat saja, tetapi juga bisa menetap. Kesabaran dan pengertian dari orang-orang terdekat serta keluarga juga akan sangat membantu dalam proses pemulihan gangguan emosi ini.

Pengobatan stroke tidak hanya dilakukan oleh penderita stroke itu sendiri, terapi stroke, pengobatan alternatif namun juga didukung pula oleh para keluarga penderita stroke dalam mendampingi pengobatan dan penyembuhan penyakit stroke. Sangat banyak yang dapat dilakukan bagi orang-orang sekitar atau keluarga bagi para penderita stroke. Mulai dari membantu aktivitas fisik (membantunya berjalan, memakaikan pakaian, memberi makan), sampai mencoba berkomunikasi dan menyemangati pasien agar mau berlatih merupakan hal-hal yang akan sangat membantu pasien dalam proses penyembuhan penyakit stroke.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengobati Penyakit Stroke

Prinsip penatalaksanaan dari fase akut stroke iskemik adalah membatasi kematian sel-sel ptak yang sudah terjadi dan memulihkan sel-sel otak yang sedang dalam proses iskemil. Sekarang ini tersedia obat-obatan trombolitik, seperti misalnya rt-PA (recombinant tissue-Plasminogen Activator). Obat ini bekerja dengan menghancurkan sumbatan/bekuan darah yang terjadi di pembuluh darah otak. Obat ini sangat mahal harganya dan mempunyai efek samping yang berbahaya yaitu perdarahan.

Pengobatan stroke dengan rt-PA hanya boleh dilakukan bila stroke terjadi kurang dari 3 jam, karena bila lebih dari 3 jam akan berisiko terjadinya perdarahan. Dokter Anda akan menjelaskan dan menginfomrasikan segala terapi yang diberikan berikut dnegan manfaat dan risiko, serta efek sampingnya masing-masing. Kemudian barulah gejala-gejala perburukan klinis yang lain ditangani. Stroke iskemik merupakan stroke yang berjalan dan berkembang perlahan-lahan. Perburukan klinis pasien sangat mungkin terjadi. Pasien yang tadinya masih sanggup mengangkat tangan, setelah 24 jam kemudian menjadi tidak sanggup. Pasien yang semula sadar bisa jatuh tidak sadar/koma.

Pembengkakan otak (edema otak) bisa terjadi dalam 3-5 hari setelah serangan stroke. Terapi dengan manitol bermnfaat untuk mengurnagi pembengkakan otak. Hipertensi (tekanan darah tinggi) sering muncul mengikuti setelah stroke. Penanganannya memerlukan perhatian khusus  karena tidak boleh menurunkan tekanan darah terlalu cepat (tetap bertahap). Karena hal in akan memperburuk keadaan penderita, tetapi bila terlalu tinggi dapat menyebabkan stroke hemoragik.

Bagaimana peluang kesembuhan pada stroke?

Stroke hemoragik memiliki tingkat mortalitas (kematian) yang lenih tinggi bila dibandingkan stroke iskemik. Namun untuk proses  pemulihannya, justru stroke hemoragik dikatakan memiliki prognosisi pemulihan yang lebih baik dibandingkan dengan stroke iskemik.

Sekali seseorang pernah terkena serangan stroke, ia memiliki resiko tinggi mendapatkan stroke ulangan. Pada stroke iskemik sekitar 5% penderita akan mengalami serangan stroke kedua pada bulan pertama. Secara rata-rata, 1 dari 10 orang penderita stroke akan mengalami serangan stroke berikutnya dalam 5 tahun ke depan. Stroke ulangan yang biasa terjadi biasanya akan lebih parah dibandingkan dengan stroke yang sebelumnya dan jenis strokenya pun dapat berubah, misalnya bila pertama kali terkena stroke iskemik maka tidak menutup kemungkinan stroke yang kedua kali adalah stroke hemoragik.

Ada beberapa pengobatan alami untuk stroke yang mungkin bisa dikategorikan sebagai nutrisi tambahan atau pelengkap bagi para penderita stroke. Tetapi perlu diingat bahwa nutrisi alami tidak untuk menggantukan obat yang diberikan oleh dokter. Beberapa contoh nutrisi alami yang baik unutk dikonsumsi penderita stroke tersebut : wortel, nanas, kacang polong, bayam, minyak ikan, serta vitamin B kompleks, vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Stroke

Pengobatan stroke dengan tanaman obat memiliki beberapa fungsi, di antaranya mencegah serangan stroke, memperbaiki (memperkuat) jaringan sel dan pembuluh darah di otak agar tidak pecah, memperbaiki kerusakan jarngan sel otak dan sel-sel saraf pasca serangan stroke, serta memperbaiki dan menormalkan kembali sistem jaringan tubuh yang tidak berfungsi akibat stroke.

a. Sarang semut

Flavonoid dan tanin yang terdiri dari snyawa aktif seperti zat besi kalium, fosfor, magensium, natrium, seng, tokoferol, total fenol, karbohdirat, lemak, protein, kadar abu dan kadar air. Flavonoid ini berfungsi sebagai antioksidan

Efek farmakologis
Bekhasiat mengobati jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, kanker, rematik, liver, asam urat, diare, keputihan, malaria, wasir, serta memberikan energi dan meningkatkan imunitas laktagogal mengandung hormon penting untuk merangsang dan melancarkan air susu ibu.

b. Sambiloto

Kandungan kimia
Zat pahit deoksi-andrografolida, neoandrografolida, flavonoid, aldehida, andrografin, panikolina, polimetoksiflavon, apigenin, keton, aldehid, alkaline, asam kersik, damar dan mineral (kalsium, kalium, natrium).

Efek farmakologis
Memberikan efek muskarinik pada pembuluh darah, mempengaruhi penyakit jantung iskemik, efek pda respirasi sel, sifat kholeretik, menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi diabetes, penawar racun, penghilang nyeri (analgesik), anti inflamasi dan antibakteri.

c. Barucina

Dalam pengobatan stroke, herbal ini dipakai untuk memperbaiki sistem peredaran darah secara menyeluruh sehingga dapat mencegah dan memperbaiki sumbatan-sumbatan yang kemungkinan ada pada pembuluh darah.

d. Jati belanda

Dalam kaitannya dengan pengobatan stroke, penggunaan jati belanda digunakan sebagai penurun kadar kolesterol dan pencegah terjadinya penumpukan kolesterol di dalam pembuluh darah. Timbunan kolesterol dalam darah yang menyumbat pembuluh darah dapat menjadi salah satu penyebab stroke. Oleh karena itu, penggunaan jati belanda dalam pengobatan stroke merupakan satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan.

e. Konfrey

Sejenis sayuran sawi. Dari berbagai literatur disebutkan bahwa efek farmakologi yang dimiliki tanaman ini di antaranya hipoglikemik, hipotensif, melancarkan peredaran darah dan mengurangi jumlah kolesterol, anti bakteri. Dalam pengobatan stroke, tanaman ini dipakai sebagai terapi pendukung yang berperan dalam mengontrol kadar kolesterol dalam darah, memperbaiki sirkulasi darah dan menstabilkan tekanan darah.

Sementara itu pengobatan stroke dapat dilakukan dengan berbagai upaya melalui pengobatan medis atau secara komplementer sebagai berikut :

1. Menghindari garam dan makanan berlemak
2. Memghentikan kebiasaan merokok karena asapnya dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah arteri.
3. Periksa selalu tekanan darah dan jaga agar tekanan darah tetap dalam keadaan normal
4. Lakukan olahraga secara teratur, terutama aerobik
5. Cukup istirahat dan sedapat mungkin hindari stress
6. Luangkan waktu untuk bersantai
7. Jaga agar berat badan ideal dengan menjalani diet seimbang dan sedapat mungkin konsumsi makanan bebas lemak
8. Hindari minuma beralkohol

Selain dengan menerapkan pengobatan dengan tanaman herbal dan merubah gaya hidup. Penggunaan jus sebagai terapi dapat membantu pasien dalam pengobatan stroke. Beberapa jenis buah dan sayuran yang dapat membantu mencegah dan mengobati stroke di antaranya brokoli, jagung manis, terung belanda, apel, nanas, jambu biji, melon, alpukat dan mengkudu.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Pengobatan Stroke

Jika mengalami serangan stroke, segera lakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebab bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lain dari stroke bisa dicegah atau dipulihkan jika RTPA (recombinant tissue plasminogen activator) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.

Antikoagulan (seperti heparin) biasanya diberikan pada penderita stroke in evolution. Namun, antikoagulan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena alan menabah risiko terjadinya perdahran ke dalam otak. Sementara itu, pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke pada masa yang akan datang. Sekitar 24,5 % pasien mengalai stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernapasan. Di samping itu, perlu perhatian khusuS kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Penderita stroke biasanya diberika oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Namun, obat manitol ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke. Pada kasus completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati dan memperbaiki darah ke daerah tersebut tidak dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu, proses pembedahan tidak dilakukan.

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelaiann fisiologis yang menyertai harus diobati. Misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis. Berikut beberapa jenis terapi medis pengobatan stroke yang dapat diberikan pada penderita stroke :

1. Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu memulihkan kekuatan otot-otot serta mengajarkan bagaimana bergrak yang aman dan nyaman dnegan keterbatasan gerak akibat kelemahan otot.

2. Terapi okupasi

Terapi okupasi membantu penderita untuk dapat makan, minum dan berpakaiana sendiri.

3. Terapi bicara

Terapi ini bertujuan membantu penderita untuk mengunyah, berbicara dan mengerti kata-kata.

Strategi pengobatan lain untuk pasien stroke antara lain :

1. Pemeliharaan pernapasan normal yang mungkin berupa pengisapan saluran napas dan pemberian oksigen.

2. Pengendalian masukkan dan keluaran cairan (mempertahankan keseimbangan cairan/elektrolit).

3. Mengelola tekanan darah tinggi

4. Perawatan, baik perawatan kulit, buang air , gizi, dan pemberian makanan’

5. Mengangkat bagian kepala tempat tidur, terutama bagi pasien yang mengalai perdarahan subraknoid

6. Mempertahankan suhu tubuh normal (idealnya dalam kisaran 36-37 C)

7. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul, seperti trombosis vena dalam atau pneumonia aspirasi (menghirup bahan padat atau cair ke dalam paru yang menyebabkan infeksi dada)

8. Terapi sistomatik, seperti penghilang rasa nyeri pencahar atau obat tidur

9. Terapi terhadap penyakit terkait misalnya penyakit jantung, diabetes atau infeksi

10. Rehabilitasi

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Stroke Iskemik

Stroke menyebabkan kematian sel-sel orak yang terkena dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Namun, pada sebagian kasus, di tahap paling awal sebelum sel-sel otak mati, hampir 70% sel-sel yang terkena berpotensi diselamatkan. Juga, terdapat bukti kuat bahwa terapi dan rehabilitasi yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien serta pemulihanya setelah stroke.

Satu dari 10 orang yang mengalami TIA (transite ischemic attack) akan terkena stroke dalam waktu setahun. Selain itu TIA ganda, terutama jika tidak diobati, sering menyebabkan kemerosotan kognitif dan demensia. Karena itu penyebab TIA perlu ditemukan dan diobati sesegera mungkin untuk menghindari komplikasinya.

Penelitian modern telah secara meyakinkan membuktikan bahwa rawat inap secara dini disertai terapi stroke dan rehabilitasi yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan secara usbtansial memperbaiki prognosis pasien stroke terkait tingkat independesi pascastroke dan kualitas hidup. Terdapat beberapa alasan mengapa pasien perlu segera dirawat inapkan :

- Saat ini tersedia terapi efektf yang dapat menyelamatkan sel-sel otak yang sekarat akibat stroke. Berbagai terapi ini hanya dapat doberikan pada jam-jam pertama setelah munculnya gejala stroke. Sebagian dari terapi yang sangat efektif seperti obat-obatan trombolik yang melarutkan bekuan darah dan memulihkan sirkulasi darah ke bagian otak yang terkena, hanya dapat digunakan jika pasien dirawat inapkan dalam tiga jam pertama setelah serangan stroke.

- Stroke dapat disebabkan oleh insufisensi sirkulasi darah ke otak (misalnya stroke iskemik akibat bekuan darah) atau perdarahan ke dalam otak (perdarahan intraserebrum) atau di sekitar otak (perdarahan subaraknoid). Strategi terapi untuk subtipe stroke ini sangat berbeda dan terapi bagi salah satu tipe (misalnya obat pengencer darah untuk stroke iskemik) dapat membahayakan jika digunakan untuk sutipe stroke lain (perdarahan intraserebrum).

Satu-satunya cara yang paling andal untuk mendiagnosis subtipe stroke secara tepat adalah pemakaian teknik pencitraan sara (neuroimaging), seperti computerised tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) sesegera mungkin. Setelah stroke, pemeriksaan ini  harus dilakukan di rumah sakit. (Penelitian memperlihatkan bahwa diagnosis klinis subtipe stroke yang  hanya didasarkan pada gejala klinis, meskipun dilakukan oleh dokter saraf yang sangat berpengalaman, tidak dapat diandalkan dan dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis pada banyak pasien).

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemulihan Penderita Stroke

Apa  Yang Harus Saya lakukan Saat Pulang ke Rumah Setelah Stroke?

Pemulihan Penderita Stroke pulang Kerumah adalah penyesuaian besar. Untuk penderita stroke, mungkin sulit untuk mentransfer keterampilan yang dipelajari selama rehabilitasi di rumah sakit ke rumah. Jaga lebih banyak masalah yang disebabkan oleh Gejala Stroke mungkin muncul saat mencoba untuk kembali ke aktivitas lama. Selama waktu ini, penerita stroke dan keluarga perlu belajar bagaimana  stroke akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan dapat membuat penyesuaian yang diperlukan.

Penyesuaian ini merupakan tantangan fisik dan emosional untuk keluarga yang merawat serta penderita stroke itu sendiri. Banyak waktu mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dukungan penderita stroke. Gejala Stroke oleh karena itu, orang yang merawat perlu dukungan sebanyak mungkin dari anggota keluarga atau orang lain.

Stroke dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Ketika seorang pasien stroke pulang ke rumah, lingkungan rumah itu sendiri juga dapat memepengaruhi kinerja seseorang.Pemulihan Penderita Stroke efek seperti kelemahan, kelumpuhan, masalah dengan keseimbangan atau koordinasi, sakit atau mati rasa, masalah dengan memori atau berpikir, kelelahan, dan masalah dengan kontrol kandung kemih atau usus semua bisa mengubah cara seseorang berfungsi di rumah.

Beberapa cacat mungkin tidak diperhatikan sampai penderita stroke yang kembali ke tugas sehari-hari. Karena setiap orang adalah unik, perubahan rumah yang paling efektif ketika mereka memenuhi kebutuhan spesifik.

Sediakan alat bantu yang cocok untuk memudahkan penderita stroke, misalnya tongkat, walker, kursi roda, untuk mereka yang tidak bisa lagi berjalan normal. Sediakan juga alat bantu komunikasi bila tidak lagi bisa berbicara dengan jelas, misalnya perangkat komputer atau alat lain. Agar bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Pemulihan Penderita Stroke, pastikan juga lingkungan rumah aman bagi penderita stroke pasang karpet atau lapisan untuk menutup lantai yang licin guna meminimalkan resiko terjatuh. Pengobata Stroke pasang juga handel-handel di tempat-tempat yang diperlukan untuk berpegangan saat berjalan.

Posted in Pengobatan Stroke | Tagged , , , | Leave a comment